samar bayang menampakkan wajahnya
seolah enggan untuk terekam pesona
mungkin karena aku terlalu percaya
atau bahkan aku sudah merasa kecewa
mendengar suara lengkingan yang panjang
meskipun merayu dengan mendayu senang
mata batin tertanam di nadir kebimbangan
atau meraba jejak yang seakan hilang
matahari masih bersinar
rembulan masih purnama
bintang masih berbinar
angin masih berhembus
daun masih hijau
pepohonan masih rindang
tanaman masih berbunga
...dan semua masih sempurna
Selasa, 27 Januari 2009
UTUH!
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 15.13 2 komentar
Kamis, 22 Januari 2009
BANGUN PAGI
cerah pagi menghentikan mimpi
yang kucuri dari lelapnya tidurmu
hingga kebisingan menemani lagi
seruput teh hangat di antara senyum
membilas kesenjangan rutinitas
dan hidup kembali bersatu padu
deru kendaraan di atas jalanan
desir angin...
kicau burung...
//...nyata...//
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 10.54 0 komentar
Jumat, 16 Januari 2009
AKU JATUH CINTA...MUNGKIN ATAU SEMOGA?
sebentuk tubuh melebur dalam pasungan
mengikatnya dengan nadi yang bergetar
ketika hujan turun dan tanah tergenang
menghapus setiap jejak yang terhampar
pandanganku mengekor di belakang bayang
menguapkan makna yang berhamburan
tanpa kata dan upaya hanya bermodalkan do'a
semoga kau bisa melihatnya dengan terbuka
percikan hujan membasuh belukar nalar
di tengah belantara rasa yang mengada
dingin yang merambat dinding ratapan
terbakar panasnya sebuah harapan
aku mungkin jatuh cinta...semoga
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 08.03 0 komentar
Senin, 05 Januari 2009
5 JANUARI SETAHUN YANG LALU
tepat hari ini setahun yang lalu, blogs ini mulai kuhidupkan dari kematiannya. Hingga detik ini aku sendiri tak paham untuk apa kubangkitkan. Yang kurasakan hanya ada tempat di mana kutemukan kebebasan, meski kupanen juga cacian
...biar saja, aku hanya ingat pada ungkapan Gus Mus:
“….. Ketika menulis, saya tidak berpikir apakah tulisan saya akan diterbitkan atau tidak; ketika akan diterbitkan pun, saya tidak berpikir apakah ada yang mau membaca atau tidak. Bahkan saya tidak berpikir apakah tulisan saya pantas atau tidak disebut puisi. Biar semua itu orang yang memikirkannya. Tugas saya hanya menuliskan apa yang ingin saya tulis”.
Thanks Gus Mus, meskipun aku tak kenal dan beliau pasti tak mengenalku juga, ungkapan itu terus menjadi sebuah pemicu buatku untuk menuliskan apa saja yang melompat dari nalarku yang menggerayang binal setiap lekuk-lekuk seksi realitas.
Dan buat kawan-kawan yang kukenal, tak lupa aku ucapkan juga terima kasih dan rasa hormat yang setinggi-tingginya hingga aku bisa bertahan hingga detik ini. thanks.
Wassalam,
T Y N
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 15.28 1 komentar
PAHITNYA HARI INI
di pucuk mimpi kita bertemu
antara perempatan harap yang bercabang
tak ada yang bicara karena nalar yang bertualang
menjelajahi kata-kata yang tak terungkap
bersimbah airmata sudah pinggiran jalan
menggenang dan memaksa arah pada tujuan
dari kegelapan pandangan mencoba menarasikan
agar pemahaman tetap bisa terucap
bolehkah kutinggalkan secangkir kopi pahit pagi ini?
sebagai tanda kepahitan yang kuterima hari ini
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 15.02 0 komentar
SEBENARNYA SIAPA SIH MEREKA INI?
Siapa mereka?
Yang memajang senyum di sepanjang jalan
Yang mengumbar janji di sudut-sudut taman
Siapa mereka?
Yang merasa diri mewakili rakyat
Yang berpolah bagai malaikat
Siapa mereka?
Yang merasa paling demokratis
Yang mengaku kaum reformis
Lalu siapa mereka sebenarnya?
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 07.59 2 komentar
Rabu, 24 Desember 2008
BUKAN AKU?
aku bukan nabi yang menyebarkan keyakinan atas nama Tuhan
aku bukan presiden yang mengatur pemerintahan atas nama kekuasaan
aku bukan sang bijak yang mengajarkan kejujuran atas nama kebaikan
aku bukan profesor yang menuangkan ilmu atas nama pengetahuan
yang jelas aku bukan mereka, kau dan dia
aku, hanya aku, dan cukup aku!
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 08.44 0 komentar
SATU PERTANYAAN PADA PAGI
rimbunnya awan menaungi hari dari terik matahari
entah akan hujan atau hanya candaan alam?
karena angin menggelitiknya dengan kencang
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 08.30 0 komentar
Selasa, 23 Desember 2008
KEMATIANKU DI C#MINOR7
Ingatanku pagi ini membasi // terbuai halusinasi mimpi malam tadi // mencoba merakit dengan naluri // nyatanya terlalu mendalam emosi diri // partikel bebas yang menjerat kedua kaki // menghujamkan tubuhku pada bumi //
Murung wajah di batas pandangan // mengkilau layaknya berlian // airmata berderai bagai hujan // yang turun sepanjang perjalanan // hingga tetesan darah perjuangan // meluap di penghujung tujuan //
Kupesan sebuah kematian dalam sepekan // hingga derap waktu akan kian bermakna // bertarung, bergulung, dan saling membinasakan // hingga waktu juga yang akan membuktikan // langit dan tanah turut menyaksikan // bahwa aku terkalahkan //
…oleh waktu…
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 07.58 0 komentar
Senin, 22 Desember 2008
BATAS ASA
kubelah malam ini dengan kegalauan
agar pelangiku bisa terhampar bebas
dan tak meninggalkan aku dalam kesunyian
aku butuh solusi di batas keyakinan
setiap tetes darah telah kuberi arti
lebarnya luka telah terbakar mentari
langkah yang panjang selalu mengingkari
aku butuh imaji di tepian mimpi
tepat di ujung malam yang telah terbelah
noktah fajar berbintik mulai tampak
tenggelamkan aku yang tergulung pelangi
aku butuh waktu untuk sekedar tahu
masa lalu yang menghilang
masa sekarang yang bimbang
dan masa depan yang gamang
lalu dimana aku harus terpancang?
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 13.58 0 komentar
PUKUL 04.30 PAGI (SURABAYA)
dibalik kaca yang berembun
kutatap langkah kakimu yang anggun
dengan kepercayaan terpancar di aura
dapat kurasakan hangatnya di pagi ini
masih dari balik kaca yang berembun
rintik hujan menerpa jalanan
suaranya membungkam kesunyian
aku tetap menatap langkahmu
dan pagi ini masih berkabut pekat
jalanan pun nampak lenggang
aku pun malas beranjak
dari balik kaca yang berembun
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 07.55 0 komentar
Jumat, 19 Desember 2008
%#$@&!*&^@%#...PERJAMUAN
aku tidak tahu
pada jiwa yang mendayu
atau raga yang terbujur kaku
bahwa langit sudah tak membiru
aku tidak dengar
ketika petir menggelegar
atau badai yang hingar bingar
bahwa udara kian memar
perjamuan hari ini hanya bicara
antara kegamangan dengan kegilaan
yang memancar dari sudut perasaan
demi Tuhan dan semua ciptaan
dibalik semua rahasia di dunia
tak ada kisah yang sempurna
bahkan kita: mungkin butuh warna
hitam putih sudah terluka
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 12.40 0 komentar
Senin, 15 Desember 2008
HUJAN DAN CAHAYA
merenda butiran hujan yang jatuh
ingin kujadikan sebagai kemeja baru
dan kukenakan layaknya baju tidur
merangkai terangnya cahaya mentari
kubingkai dalam jelaga hati
agar kehangatan memancar dari diri
hujan dan cahaya
mengunduh partikel jiwa yang melekat
menjadi kata-kata berjuta rasa
hujan dan cahaya
hadirmu tak pernah kupinta
pergimu selalu bermakna
Diposting oleh Tedi Yusnanda N di 14.07 0 komentar
